Noer Kholis Cover Image
User Image
Drag to reposition cover

Firaun dan Musa.
=============================================
Firaun memerintahkan bala tentaranya untuk membunuh semua bayi laki laki karna sudah tersebar nubuwwat bahwa yang akan mengalahkannya adalah laki laki dari Bani Israel. Semua bayi sudah dibantai kecuali yang berada di dalam istananya yang masuk lewat pintu "Sungai". Nubuwat itu benar benar terjadi dan Musa , pemuda yang dewasa dari bayi istana tersebut, mengalahkan Fir'aun beserta bala tentaranya.
Kadang tempat teraman bagi musuh adalah dalam istana lawannya. Musa pun mendapatkan tempaan pendidikan di dalam istana Firaun dengan penuh rasa aman dari ancaman pembunuhan Istana dibanding jika Musa berada di lingkungan Bani Israel.
Bukannya Firaun tidak curiga terhadap keberadaan bayi tersebut. Secara insidentil, suatu hari, janggut Firaun dijambak (bhs jawa artinya ditarik) oleh sang bayi yang mulai beranjak balita. Marahlah dia dan hampir membunuh bayi tersebut. Istri Firaun mendekat dan memperbolehkannya membunuh bayi tersebut asal jika bayi ini tidak lolos kuis. Jika ia mengambil makanan pertanda bahwa ia mengerti maka ia boleh dibunuh. Jika dia memakan bara api maka Firaun tidak boleh membunuhnya konsekwensinya kasus penjambakan harus ditutup karna bayi tersebut tak mengerti.
Diambilkannya dua benda tersebut dalam satu wadah: Makanan dan bara api. Istri Firaun sudah sangat cemas tak berhati. Tiba tiba bara api diambilnya dan dimakan. Bara ini melukai lidah Musa sampai wafatnya tak bisa recover secara utuh. Sehingga setiap dakwahnya selalu didampingi adik Musa ; Harun.
usaha untuk membunuh Musa tidak pernah berhasil sampai tenggelamnya Firaun di laut merah bersama tentaranya. Inilah skenario Allah yang tak pernah gagal. Karna Dia telah menulis dalam pena Nya : Aku Pasti Menang dan Utusan Ku.
Personifikasi Firaun Firaun dan Musa musa akan senantiasa hidup dalam sejarah kehidupan manusia di muka bumi ini. Karna sejaraah pasti berulang. History repeats itself. Di Nusantara ini juga, insya Allah sedang terjadi pengulangan personifikasi yang saya sebutkan ini . Dan karna itu skenario Allah, maka usaha Firaun baru untuk membunuh Musa baru tak akan menghasilkan apa apa kecuali ketenggelaman dirinya beserta pasukannya dalam lautan rakyatnya yang kurang lebih sama mematikan dari laut merah.
Apakah Tuhan adil dengan takdir demikian? . Tidak ada yang bisa seadil Tuhan di bawah kolong langit. Hal ini terjadi karna. Manusia yang berdarah dingin ,angkuh, arogan , zalim, penuh kebohongan dan serakah telah memilih sifat-sifat Firaun dalam menjalani angkara murka kekuasaan. Sehingga untuk mengakhirinya, doa rakyatnya dikabulkan Tuhan lewat kelahiran Musa baru. Dan ini adalah keadilan Nya. Tapi apakah Firaun baru bisa bertaubat? Oh sangat bisa. Bahkan Firaun sebenarnya pun telah bertaubat pada dtik detik terakhir ketika tenggelam, namun sebelum Muhammad Saw , taubat pada nafas terakhir sebelum kematian tidak diterima. Nah Firaun baru bisa bergembira karna sebelum nafas berada di tenggorokan masih bisa bertaubat, dan diterima. Musa baru pun tak perlu didatangkan karna Firaun baru telah menghadirkannya dalam dirinya.
Wallohu 'alam.

The End.

Login atau gabung dulu ya! supaya bisa komentar, berbagi dan bersilaturahim.
  • 2 posts

  • Male
  • 02-December-74
  • Living in Iraq
  • Social Links
  • More info